Berulang kali nonton berita, baca berita banyak berita yang asal kejar target tanpa analis mendalam.

di tambah lagi komen2 dari para analisa yang asal ngomong, tanpa sumber data yang jelas. Di sini saya kan coba jabarkan analisa 1 jam saya hasil dari pertanyaan dalam kepala saya.

Jenis Bakteri berbahaya : Erwinia chrysantemi

Kok nama bakterinya mirip nama teman saya kang Erwin ya :D. Erwinia chrysantemi adalah nama yang lama untuk bakteri ini, sejak tahun 2005 sudah ganti nama menjadi Dickeya didantii.

Jenis bakteri ini mampu mengubah gula menjadi lactic acid, memiliki kemampuan mengurangi nitrate , namun kekurangan oxidasi. D. dadantii menyebabkan penyakit tanaman seperti nekrosis, hawar dan “busuk lunak,” dalam bahasa awamnya layu kembang, tanaman menjadi busuk.

WNA Cina menanam cabai secara sistematis untuk merusak cabai

Anggota Komisi IV DPR, Hermanto, mengingatkan bakteri berbahaya yang terinfeksi dalam benih cabe yang ditanam oleh warga Tiongkok di Bogor bisa mengancam kedaulatan pangan Indonesia.

“Bakteri berbahaya itu bisa menular dan menimbulkan penyakit pada tanaman lainnya, sehingga tanaman yang tertular bakteri itu selanjutnya akan berkurang produktivitasnya. Ini merupakan ancaman yang serius dan bisa mengakibatkan krisis pangan di Indonesia,” kata Hermanto saat dikonfirmasi dari Padang, Selasa, 13 Desember 2016.

Ga masuk akal ngapain mereka capek2 tanam cabai untuk merusak peroduksi cabai (atau tanaman lain). Jangan lupa bakteri ini sifatnya merusak tanaman, jadi jika bibit cabai mereka sudah di kontaminasi maka tanaman cabai ini akan mati sendiri sebelum berkembang dan menghasilkan bibit cabai.

Buat apa susah2 sewa lahan, sewa pekerja jika niatnya hanya untuk merusak produksi cabai dalam negeri? Lebih efektif sebar bakteri ke waduk (atau sumber pengairan). Atau sebar bakteri ke dalam pupuk yang akan di distribusikan ke petani.

Saya kira berita ini muncul heboh karena ada sentimen Tiongkok, sehingga di manfaatkan oleh media untuk mendapatkan rating (tv) dan counter hit (portal berita)

Menurut saya,  WN Tingokok itu hanya lalai membawa bibit dari negeri mereka, tanpa sadar sudah terkontaminasi bakteri. Seperti juga kebanyakan pengusaha lain mereka hanya tergiur harga cabai yang mahal di indonesia. Mencoba mengambil peluang untuk budidaya cabai, import bibit cabai (yang biasanya) lebih murah dari negeri mereka.

Ini hanya analisa awal, silahkan di kritik oleh kawan-kawan hasil analisa saya…