Nyamuk adalah salah satu jenis serangga yang merupakan vektor penularan penyakit terhadap manusia. Oleh karena itu populasi nyamuk harus dikendalikan sebagaimana mestinya, Salah satu cara atau metode pengendaliannya adalah dengan memanfaatkan ikan pemakan jentik nyamuk. 

Ikan yang kelihatannya “tidak berguna”, ternyata memiliki manfaat yang cukup besar. Dengan berkurangnya jentik nyamuk, tentunya nyamuk dewasa pun akan berkurang sehingga vektor penular penyakit DBD juga berkurang. Dengan berkurangnya vektor tersebut diaharapkan jumlah penderita penyakit DBD pun akan semakin berkurang.  Ikan pemakan jentik antara lain ikan cere, ikan nila merah, ikan cupang (ikan laga), ikan kepala timah juga merupakan ikan yang memakan jentik nyamuk. Ada baiknya membiarkan ikan tersebut berada di kolam pembesaran ikan, parit, rawa-rawa, atau genangan air lainnya yang sulit dikeringkan.

  1. Ikan Nila Merah

Ikan nila merah (Oreachromis niloticus) merupakan ikan yang berasal dari luar negeri yang sudah dibudidayakan secara meluas di Indonesia. Ikan tersebut mempunyai arti ekonomis penting karena harganya mahal. Dalam percobaan laboratorium, ikan nila merah memakan jentik nyamuk dan ganggangEnteromorpha, yaitu ganggang yang dipakai untuk bertelur nyamuk Anopheles sundaicus. Ikan peliharaan yang berukuran sedang, panjang total (moncong hingga ujung ekor) mencapai sekitar 30 cm dan kadang ada yang lebih dan ada yang kurang dari itu. Sirip punggung ( pinnae dorsalis) dengan 16-17 duri (tajam) dan 11-15 jari-jari (duri lunak), dan sirip dubur (pinnae analis) dengan 3 duri dan 8-11 jari-jari.

  1. Ikan Cupang

Ikan Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup. Untuk pengendalian jentik nyamuk di selokan dengan kualitas air yang sangat rendah, karena isinya air sabun & limbah cair rumah tangga, hanya ikan2 tertentu yg bisa hidup di situ. Salah satunya ikan cupang karena memakan jentik nyamuk,  tahan di air yang tercemar dan kurang oksigen, mudah di didapat,  harganya  murah, ikan cupang itu rakus.

  1. Ikan Kepala timah

Mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi, kepala timah ditemukan hidup di pelbagai perairan tawar hingga payau. Ikan ini biasanya menghuni air yang menggenang dan ternaungi. Kepala timah juga memangsa aneka serangga dan tempayaknya, sejak lama telah dikenal sebagai pemangsa jentik-jentik nyamuk. Ikan ini cukup efektif untuk menanggulangi jentik, dalam satu percobaan tercatat memangsa antara 53-65 ekor jentikCulex quinquefasciatus dalam waktu tiga jam pemberian pakan. Ikan kepala timah, meskipun berukuran kecil, namun kemampuan makannya cukup baik. Ikan kepala timah dikenal sebagai ikan predator, yang memiliki kebiasaan memakan jentik.

  1. Ikan Cere (Gambusia)

Ikan cere adalah ikan yang punya daya tahan tubuh kuat terhadap lingkungan yang keras dan polusi air. Ikan cere juga mudah berkembang biak dan cepat besar serta bisa mencari makan sendiri tanpa perlu kita khawatirkan kehidupannya. Urusan makan-memakan larva jentik nyamuk, ikan cere memang andal. Hanya ikan cere atau ikan gapi yang ukurannya besar saja yang bisa melahap jentik nyamuk. Dalam satu jam mungkin bisa termakan puluhan jentik ketika perut cere sedang lapar. Dengan begitu kolam ikan, aquarium, bak mandi, toren penampungan air, got, kubangan, sawah, dan lain-lain yang ada di sekitar kita bisa bebas dari jentik nyamuk. Walaupun nyamuk cepat berkembangbiakm ikan cere pun juga bisa dengan cepat memangsa kecu-kecu tersebut. Tak ada jentik, nyamuk pun musnah.

Ikan cere dikenal sangat rakus terhadap jentik nyamuk. Sifat inilah yang dimanfaatkan sebagai agen pembasmi nyamuk. Rata-rata ia bisa melahap seratusan jentik nyamuk dalam satu hari. Bisa diandalkan untuk berlomba dengan kecepatan nyamuk bertelur. Bahkan,jika khusus dijejali pakan berupa larva nyamuk, kemampuan mereka menelan larva bisa gila-gilaan. Seekor gambusia betina dewasa bisa melahap 225 larva dalam satu jam! Jika diletakkan di bak mandi, ikan ini bisa meringankan para “jumatik” (juru pantau jentik).

  1. Ikan Mas

Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150–600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30°C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%.

Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

  1. Ikan Cetul (Guppy)

Ikan Guppy memiliki nama ilmiah Poecilia reticulata dan memiliki nama daerah ikan cetul, ikan seribu, guppy dan wader cetul. Ikan ini dapat tumbuh hingga 4 cm pada ikan betina dan hanya 2–3 cm pada ikan jantan, termasuk jumbaian ekornya yang panjang. Ikan betina lebih besar dan gemuk dibanding ikan jantan. Ikan ini beranak sekitar 45 – 180 ekor tergantung besar dan umur ikan. Masa kehamilan sekitar 15 hari. Hidup dengan memakan hewan – hewan renik seperti anak cacing, jentik-jentik, larva serangga, dll. Kegunaan utama ikan ini adalah sebagai ikan hias dan dikenal juga sebagai pemakan jenti – jentik.

Guppy, ikan mungil yang warna tubuhnya seperti pelangi, memiliki keistimewaan lain. Ikan ini dapat dimanfaatkan sebagai pengendali nyamuk di lingkungan kita. Apalagi ia juga dapat hidup di got yang kotor.Hidup di saluran air, selokan, sungai serta danau. Dari sana sebagian spesies guppy  ditangkap, dipelihara, dan dikembangbiakkan menjadi ikan hias kemudian menghuni akuarium. Ikan yang asal-usulnya dari Venezuela, Trinidad, dan Barbados itu kini telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Penyebarannya yang begitu cepat dan meluas tersebut lantaran daya adaptasinya terhadap lingkungan yang baru sangat baik, daya tahan hidupnya tinggi dalam kelompok besar, dan mudah berkembang biak.

sumber

Iklan