=> Honda Vario Techno dan Vario biasa itu punya rasio kompresi 10,7:1 (dari sumber terpercaya : Vario CBS < http://www.kredit-motor.com/honda_vario-… > ; Vario < http://www.kredit-motor.com/honda_vario.… >

=> Rasio kompresi itu perbandingan volume pada saat piston di titik mati bawah (TMB) atau terjauh dari kepala silinder dengan volume saat piston di titik mati atas (TMA) atau terdekat dari kepala silinder.

=> Beberapa motor lain yang masih konvensional biasanya masih di 9:1

=> Kompresi yang lebih tinggi membuat suhu & tekanan akhir saat kompresi atau pada saat piston bergerak dari posisi TMB ke TMA lebih tinggi pula. Bayangkan anda mengepit pisang goreng yang masih panas di ketiak anda, mana yang akan lebih panas 9 pisang goreng atau 10, 11, atau lebih banyak pisang goreng panas di ketiak anda? otomatis anda akan merasakan panas dan tekanan yang lebih kuat ketika semakin banyak pisang goreng panas yang anda kepit di ketiak anda 🙂

=> Nah, masalahnya sekarang, bagaimana pisang goreng tadi anda inginkan benar2 pecah tepat saat anda mengepitkan secara penuh ketiak anda dan anda ga mau ada pisang goreng yang pecah terlalu cepat sebelum ketiak anda benar2 mengepit penuh.

=> Oleh sebab itu mesin berkompresi tinggi harus diakomodir oleh bahan bakar yang tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi pula. Maksutnya adalah agar bahan bakar tadi tidak terlalu cepat terbakar sebelum kita inginkan dia memulai pembakaran (yaitu di akhir langkah kompresi tadi).

=> Dan bahan bakar yang mengakomodir mesin berkompresi tinggi adalah Pertamax dan Pertamax Plus. Pertamax untuk rentang 9:1 hingga 10:1 sedangkan Pertamax Plus untuk 10:1 hingga 11:1. Meskipun saya tidak bahas secara dalam, hal itu disebabkan karena bilangan oktan Pertamax dan Pertamax Plus lebih tinggi dari Premium. Premium = 88 ; Pertamax = 92 ; Pertamax Plus = 95.

=> Bilangan oktan adalah bilangan yang menunjukkan karakter di mana bahan bakar tadi melepas ikatan oktet (bahasa kimia) pada suhu dan tekanan tertentu.

=> Kembali ke mesin aja ya.

=> Nah kalo kompresi tinggi dipaksakan pakai bahan bakar oktan rendah, yang terjadi adalah bahan bakar tadi terbakar terlalu cepat sebelum mencapai akhir langkah kompresi. Mengakibatkan piston seolah ditekan dari 2 arah berlawanan yang satu dorongan dari putaran mesin yang satu lagi dari ledakan terlalu cepat tadi. Memang tidak ekstrim sampai membuat piston berbalik arah atau berhenti, tapi ini sudah cukup menunjukkan bahwa yang semestinya piston dengan lebih leluasa melakukan kompresi ternyata malah dihalangi oleh pembakaran yang terlalu cepat.

=> Efek ekstrim jangka panjang piston bisa rusak (lecet, retak, bolong, dsm) ada kemungkinan juga bagian-bagian lain seperti ring piston dan dinding blok juga bisa rusak. Namun ini ga secepat anda bayangkan (semisal anda isi Premium langsung rusak, tidak). Yang terjadi seperti itu jika anda pake motor kompresi tinggi terus anda paksakan pake Premium terus anda bawa motor digeber2 terus di RPM puncak dan itu anda teruskan hingga terus-menerus (bulanan, tahunan, dsm). Saya yakin ga hanya lecet & retak, bahkan yang saya bilang bolong pun bisa terjadi. Tapi kalo anda darurat terus harus isi Premium anda bawa motor biasa2 ya ga masalah.

=> Jadi usahakan isilah bahan bakar pada kendaraan sesuai dengan kompresinya. Jadi kalo Vario kan 10,7:1 , ya kalo anda suka maenin peformanya terus anda punya dana lebih ya minimal pake Pertamax atau yang sesuai dengan rentangnya yaitu Pertamax Plus (10:1 hingga 11:1). Tapi kalo anda ada keterbatasan karena faktor tertentu dan tidak bisa beli BBM non subsidi tersebut, ya ok lah pake Premium, tapi saya sarankan bawa motornya jangan dibuat balap, dsb ntar bisa terjadi yang saya bilang.

sumber.

Iklan