Sistem pengapian Honda Vario memang yang paling canggih. Fungsinya bukan sekedar umpan api ke busi, tapi punya tugas lebih banyak lagi. Untuk mengatur pemutus arus listrik di standar samping, sensor di tuas rem untuk electric starter sampai lampu indicator suhu. Semua diatur lewat kotak pengapian.
Sistem pengapian Honda Vario memang yang paling canggih. Fungsinya bukan sekedar umpan api ke busi, tapi punya tugas lebih banyak lagi. Untuk mengatur pemutus arus listrik di standar samping, sensor di tuas rem untuk electric starter sampai lampu indicator suhu. Semua diatur lewat kotak pengapian.

Tak heran jika CDI Vario disebut Electronic Control Modul(ECM). Sebab menggabungkan tugas CDI dan fungsi Control Unit (pengatur) lewat sebuah processor sebagai otaknya. Selain itu juga ada auto choked di karburator yang bekerja lewat perintah ECM setelah membaca temperature di bawah 40oC dari sensor suhu. Makanya saat dingin atau pagi, putaran mesin jadi tinggi . Begitu suhu diatas 40oC, rpm kembali langsam normal.

Termasuk menghindari dynamo starter rusak saat tombol electric starter dipencet. ECM membatasi mengumpan api ke busi dari 1.000 hingga 1.500 rpm saja. Kalau dynamo berputar lebih dari 1.500 rpm, entakan dengan kruk as bikin rusak gigi dynamo starter.

Tak heran saking banyaknya tugas ECM Vario, jumlah colokan soket berjumlah 18. Bandingkan dengan CDI biasa yang hanya 5 colokan untuk masa, kunci kontak, pulser, sepul pengapian dank koil.

Artinya utak-atik sistem kelistrikan Vario yang tak hati-hati bisa berujung mesin tak mau hidup hingga rusaknya ECM. Maklum semua sensor menuju ke kotak elektronik, salah potong kabel bisa berakibat parah. Jadi jangan main-main dengan ECM Vario.

Setara CDI Dual Band

Kotak pengapian Vario mirip CDI dual band yang bekerja secara otomatis, tanpa perlu pencet tombol. ECM Vario punya dua timing pengapian yang diatur dari bukaan gas. Begitu gas dibuka dikit maka pakai kurva pengapian irit, kalau gas dibetot pindah ke kurva yang kencang.

Ini dikarenakan magnet Vario punya dua tonjolan untuk pulser berjarak 16 mm satu sama lain. Tonjolan pertama panjang 7 mm, yang kedua yaitu 38 mm (gbr. 3). Saat rpm rendah, beda jarak antar tonjolan terbaca jauh oleh pulsar, makin kencang maka terbaca makin rapat, ini yang mengontrol pemilihan kurva pengapian.

Belum lagi processor ECM Vario yang bisa menghasilkan dua ledakan sekaligus saat busi memercikkan api (dual spark). Juga CDI tak bekerja saat tegangan kelewat rendah (auto low voltage protection).

Iklan